i'll be there for you

i'll be there for you

Selasa, 30 Maret 2010

Teori Ekonomi 2

Daftar Pustaka :
Ekonomi Makro, Analisis IS- LM, karangan Prof. Soedijono R.
Buku Sinopsis Ilmu Ekonomi No 2. Ekonomi Makro

BAGIAN I : PILIHAN GANDA
  1. Jika variable-variabel kegiatan ekonomi yang diperhatikan : C, S, I, Y, Tx, G dan T maka perekonomian tersebut merupakan.:
    a. Pereconomian tertutup sederhana.
    b. Perekonomian tertutup dengan kebijakan fiskal.
    c. Perekonomian terbuka dengan kecepatan fiskal.
    d. Perekonomian terbuka tanpa kebijakan fiskal.
    Jawaban = b
  2. Apabila kurva IS landai, maka kebijakan yang efektif adalah :
    a. Kebijakan fiskal c. Kebijakan pendapatan.
    b. Kebijakan Moneter d. Kebijakan luar negeri.
    Jawaban = c
  3. Motif memegang uang yang besar-kecilnya tergantung dari besar-kecilnya transaksi adalah :
    a. Permintaan uang untuk traksaksi.
    b. Permintaan uang untuk berjaga-jaga.
    c. Permintaan uang untuk spekulasi.
    d. Jumlah uang yang beredar.
    Jawaban = c
  4. Jika dalam transaksi perdagangan internasional antara Indonesia dan Jepang, ekspor produk Indonesia lebih besar dari impor Jepang maka posisi untuk Indonesia :
    a. Neraca jasa mengalami defisit.
    b. Neraca barang mengalami defisit.
    c. Neraca perdagangan mengalami surplus.
    d. Neraca perdagangan mengalami defisit.
    Jawaban = d
  5. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi adalah seperti dibawah, kecuali :
    a. Distribusi pendapatan nasional.
    b. Kebijaksanaan finansial perusahaan.
    c. Ramalan diwaktu yang akan datang.
    d. Jauh-dekatnya dari pasar.
    Jawaban = d
  6. Fungsi konsumsi Keynes menunjukan hubungan pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi yang dinyatakan dengan :
    a. Tingkat harga berlaku. c. Tingkat harga konstan.
    b. Pendapatan absolut. d. Keuntungan absolut.
    Jawaban = b
  7. Dalam analisis keefektifan kebijakan fiskal yang terjadi pada Liquidity Trap Range adalah …………..
    a. Paling efektif. c. Tidak efektif.
    b. Kurang efektif d. Tergantung pajak yang ada.
    Jawaban = b
  8. Dibawah ini adalah cara pemerintah dalam mengatur jumlah uang beredar dengan cara Qualitative credit control adalah :
    a. Rediscount rate. c. Legal reserve requirement.
    b. Open market operation d. Selective credit control.
    Jawaban = d
  9. Pada saat tingkat bunga tinggi, jumlah uang yang diminta untuk motif spekulasi adalah :
    a. Tinggi. c. Tidak menentu
    b. Rendah / kecil. d. Tetap.
    Jawaban = b
  10. Yang dimaksud uang dalam pengertian L1 adalah :
    a. Permintaan uang untuk transaksi dan untuk berjaga-jaga.
    b. Permintaan uang untuk berjaga-jaga dan untuk spekulasi.
    c. Permintaan uang untuk spekulasi.
    d. Penawaran uang.
    Jawaban = a
  11. Motif memegang uang terdiri dari tiga. Besarnya permintaan uang untuk berjaga-jaga ditentukan oleh :
    a. Besarnya pendapatan. c. Besarnya tranksaksi.
    b. Besarnya resiko. d. Besarnya spekulasi.
    Jawaban = d
  12. Buku yang menjadi dasar analisis Makro ekonomi dikarang oleh :
    a. Adam Smith. c. John Maynard Keynes
    b. David mc Celland d. Milton Fredman.
    Jawaban = c
  13. Dibawah ini adalah istilah yang tidak sama dengan istilah pasar barang :
    a. Commodity market. c. real sector.
    b. Expenditure sector d. Economic sector.
    Jawaban = a
  14. Dua faktor penting yang menentukan / diperlukan untuk memutuskan suatu investasi adalah :
    a. Keuntungan yang diharapkan dan tingkat bunga.
    b. Pendapatan nasional dan tingkat bunga.
    c. Besarnya konsumsi da tabungan.
    d. Pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
    Jawaban = c
  15. Biaya bersih sesudah dikurang semua biaya tak termasuk biaya bunga disebut :
    a. Marginal physical product. c. Marginal Effisiency of Invesment
    b. Marginal Effisiency of capital. d. Marginal utility.
    Jawaban = d
  16. Dibawah ini mana yang benar :
    a. Tingkat suku bunga riil sama dengan inflasi dikurangi suku bunga nominal.
    b. Tingkat suku bunga riil sama dengan suku bunga nominal dikurangi inflasi.
    c. Tingkat suku bunga riil sama denga suku bunga nominal.
    d. Tingkat suku bunga riil sama dengan inflasi.
    Jawaban = a

  17. Fungsi investasi dibedakan menjadi dua. Dalam analisis makro biasanya investasi perusahaan diasumsikan sebagai :
    a. Investasi terpengaruh. c. Investasi nominal.
    b. Investasi marginal. d. Investasi otonomi.

    Jawaban = b
  18. Mekanisme transmisi Keynes tradisional berjalan melalui :
    a. Cost of Fund c. Marginal efficiency of Invesment
    b. Cost of capital effect. d. Marginal Physical product.

    Jawaban = a
  19. Mekanisme Transmisi Keynes modern dibagi dalam tiga bagian. Dibawah ini yang bukan dari ketiga bagian tersebut adalah :
    a. Penyesuaian portfolio di sektor moneter.
    b. Mekanisme transmisi melalui cost of capital effect.
    c. Penyesuaian di sektor nyata / riil.
    d. Penyesuaian di sektor industri.

    Jawaban = c
  20. Pelopor teori kuantitas uang modern adalah :
    a. Milton Fredman. c. Adam smith
    b. John Maynard Keynes d. Irving Visher.

    Jawaban = d
  21. Pengaruh perubahan harga terhadap jalannya perekonomian dikenal dengan nama:
    a. Cost of capital effect c. Income effect.
    b. Keynes effect d. Hallo effect.

    Jawaban = a
  22. Pernyataan berikut ini yang benar mengapa Ilmu ekonomi dipelajari, adalah :
    a. Membantu seseorang dalam mengelola kekayaannya.
    b. Memberikan petunjuk mengenai kebijaksanaan apa yang bisa diambil untuk memecahkan masalah ekonomi.
    c. Untuk membantu pelaku ekonomi memperoleh keuntungan.
    d. Membantu pengusaha dalam menentukan harga.

    Jawaban = b
  23. Permalahan ekonomi makro mencakup dua hal yakni masalah jangka panjang dan masalah jangka pendek. Masalah jangka pendek meliputi :
    a. Pengangguran dan ketimpangan neraca pembayaran.
    b. Inflasi dan pertambahan penduduk.
    c. Pengangguran dan pertambahan kapasitas factor produksi.
    d. Inflasi dan ketersediaan dana investasi.

    Jawaban = d
  24. Dalam analisis jangka pendek ada beberapa factor yang diasumsikan tidak berubah atau tidak bisa diubah, yaitu seperti dibawahini, kecuali :
    a. Kapasitas produksi total dari perekonomian.
    b. Jumlah penduduk dan jumlah angkatan kerja.
    c. Harga barang dan jasa.
    d. Lembaga social dan politik.

    Jawaban = b
  25. Untuk menjalankan perekonomian jangka pendek pemerintah harus membuat kebijakan jangka pendek, adalah seperti dibawah, kecuali :
    a. Menambah jumlah uang yang beredar.
    b. Mengeluarkan obligasi Negara.
    c. Menurunkan bunga kredit bank.
    d. Meningkatkan kapasitas produksi.

    Jawaban = d
  26. Suatu hal yang melandasi kaum klasik dalam pasar barang bersifat “ self regulating “ adalah :
    a. Harga tetap / konstan.
    b. Berlakunya hokum say
    c. Pengangguran sering terjadi dalam perekonomian.
    d. Kapasitas produksi terus bertambah.

    Jawaban = c
  27. Perbedaan teori klasik dengan teori Keyness diantaranya menyangkut masalah nilai uang. Yang dimaksud nilai uang menurut teori ekonomi klasik adalah :
    a.Tingkat bunga simpanan.
    b.Tingkat bunga pinjaman.
    c.Nilai nominal uang.
    d.Nilai riil uang.

    Jawaban = d
  28. Situasi makro suatu perekonomian terutama dipasar barang, teori klasik berbeda dengan teori Keynes. Menurut Keynes kegiatan dipasar barang ditentukan oleh :
    a. Mekanisme harga.
    b. Permintaan efektif masyarakat.
    c. Harga barang dan jasa.
    d. Pendapatan masyarakat.

    Jawaban = b
  29. Besarnya angka penganda ( effect multiflier ) untuk perekonomian terbuka adalah :
    a. 1 / 1-c
    b. 1 / 1-c+m
    c. 1 / c
    d. 1 /1-c-m

    Jawaban = a
  30. Didalam perekonomian terbuka terdapat unsure / komponen yang tidak ada di dalam perekonomian tertutup yaitu ekspor dan impor, Kedua komponen tersebut disebut :
    a. Neraca perdagangan
    b. Neraca pembayaran.
    c. Arus kas netto.
    d. Transfer payment.

    Jawaban = a
  31. Pos-pos yang terdapat dalam APBN mempunyai pengaruh di dalam perekonomian, dibawah ini pos dalam APBN yang bersifat deflasioner, yaitu :
    a. Transfer payment.
    b. Obligasi dari masyarakat dalam negeri.
    c. Kredit dari bank sentral.
    d. Pengeluaran Negara.

    Jawaban = d
  32. Kredit bank sentral akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar melalui money multiflier. Sebelum jumlah uang beredar bertambah. Pengaruh langsung yang terjadi adalah :
    a. Bertambahnya jumlah uang inti.
    b. Berkurangnya jumlah uanh inti.
    c. Berkurangnya tingkat suku bung.
    d. Berkurangnya tingkay suku bunga,

    Jawaban = A
  33. Uang inti yang ada dimasyarakat dipengaruhi oleh banyak factor, seperti dibawah ini adalah :
    a. Bunga giro dan deposito
    b. Bunga kredit bank.
    c. Pengeluaran pemerintah,
    d. Bea masuk.

    Jawaban = B
  34. Kebijakan moneter sulit diterka, sehingga menyulitkan pengunaannya dalam praktek, sehingga pemerintah secara otomatis dan teratur, menaikan jumlah uang beredar sesuai dengan kenaikan kebutuhan uang rata-rata sebagai ganti dari kebijakan moneter. Pernyataan diatas sesuai dengan pemikiran :
    a. Adam Smith.
    b. John Maynard Keynes.
    c. Milton Friedman.
    d. David Ricardo.

    Jawaban = A
  35. Menurut Keynes permintaan uang untuk transaksi ditentukan oleh :
    a. Tingkat harga dan GDP riil.
    b. Suku bunga dan GDP nominal.
    c. Tingkat harga dan GDP riil.
    d. Tingkat harga dan GDP Nominal

    Jawaban = D
  36. Dalam analisis permintaan terdapat dua konsep yaitu Keynes Effect dan Pigou Effect. Keynes Effect merupakan perubahan harga yang mengakibatkan tingkat pendapatan keseimbangan, melalui ……………….
    a. Real money supply.
    b. Real cash balance masyarakat.
    c. Money multiflier.
    d. Income multiflier.

    Jawaban = C
  37. AC. Pigou menerangkan pengaruh perubahan harga berpengaruh pada tingkat pendapatan keseimbanagan, dalam artikelnya yang terkenal adalah :
    a. The wealth of Nation.
    b. The Organization Ethic.
    c. The Classical Stationary State.
    d. The Classical theory.

    Jawaban = A
  38. Pigou effect adalah pengaruh perekonomian akibat dari perubahan harga melalui :
    a. Real money supply.
    b. Real cash balance masyarakat
    c. Money multiflier.
    d. Income multiflier.

    Jawaban = C
  39. Yang dimaksud dengan kurva IS adalah :
    a. Kurva yang menunjukan hubungan antara tingkat harga dengan pendapatan nasional.
    b. Kurva yang menunjukan hubungan antara pendapatan nasional dengan tingkat bunga.
    c. Kurva yang menunjukan buhungan pendapatan nasional pada tingkat investasi.
    d. Kurva yang menunjukan hubungan antara pendapatan nasional dengan tingkat tabungan.

    Jawaban = C
  40. Keadaan perekonomian dimana terpenuhi syarat keseimbangan pasar barang tetapi tidak memenuhi syarat keseimbangan di pasar uang atau sebaliknya, disebut:
    a. Keseimbnagan sementara.
    b. Keseimbangan pasar barang.
    c. Keseimbangan pasar uang.
    d. Keseimbangan semu.

    Jawaban = D
  41. Permintaan uang ( L1 ) merupakan gabungan dari permintaan uang untuk transaksi dengan permintaan uang untuk berjaga-jaga. Dijadikan satu karena permintaan uang untuk berjaga-jaga besal-kecilnya tergantung dari :
    a. Pendapatan.
    b. Tingkat harga.
    c. Transaksi
    d. Tingkat bunga.

    Jawaban = C
  42. Dibawah ini adalah kebijakan pemerintah dalam pasar uang yang termasuk dalam “ Quantitative Credit Control “, kecuali :
    a. Selective credit control.
    b. Manipulasi legal reserve ratio.
    c. Open market operation.
    d. Rediscount policy.

    Jawaban = a
  43. Pada tahun 1974, seorang ekonom yang memperjelas garis yang membatasi teori kuantitas uang dengan teori lainnya adalah :
    a. Adam Smith.
    b. John Maynard Keyness.
    c. Milton Friedman
    d. Thomas M. Humphrey.

    Jawaban = B
  44. Perumusan teori kuantitas uang yang oleh kebanyakan ahli ekonomi dianggap sebagai perumusan yang tertua terdapat pada tulisan :
    a.Milton Friedman.
    b. Adam Smith.
    c. John Maynard Keyness.
    d. Jean Bodin.

    Jawaban = C
  45. Karena bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan percetakan uang baru atau kenaikan permintaan luar negeri akan barang-barang ekspor atau bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kredit murah, Ketiga hal diatas berakibat :
    a. Demand inflation
    b. Cost inflation
    c. Domestic inflation
    d. Imported inflation.

    Jawaban = D
  46. Fungsi konsumsi menurut konsepsi Keyness pada tahun 1940 telah menimbulkan ……..
    a. Hipotesa konsumsi.
    b. Variabel nyata.
    c. Hipotesa pendapatan.
    d. Hipotesa stagnasi.

    Jawaban =b
  47. Dibawah ini adalah pernyataan yang ditekankan dalam teori inflasi structural. Kecuali :
    a. Menerangkan proses inflasi jangka panjang di Negara sedang berkembang.
    b. Jumlah uang yang beredar bertambah dan secara pasif mengikuti dan menampung kenaikan harga-harga, tersebut.
    c. Inflasi selalu terjadi pada Negara sedang berkembang.
    d. Ketegaran-ketegaran yang ada disebabkan oleh kebijaksanaan harga atau moneter d. pemerintah sendiri.

    Jawaban = a
  48. Menurut teori structural ada 2 ketegaran utama dalam perekonomian Negara sedang berkembang yang bisa menimbulkan inflasi, salah satunya adalah ketegaran yang berkaitan dengan :
    a. Kegagalan pasar.
    b. Pengangguran.
    c. Ketidakelastisan dari penerimaan ekspor.
    d. Ketidakelastisan harga

    Jawaban =
  49. Perbedaan demand inflation dengan cost inflation terlihat pada ………….
    a. Dari segi kenaikan harga out put.
    b. Volume out put ( GDP riil ).
    c. Omzet penjualan.
    d. Sarana produksi.

    Jawaban = B
  50. Kenaikan harga barang akhir ( output ) mendahului kenaikan barang-barang input dan harga factor produksi. Keadaan ini terjadi dalam pasar :
    a. Suppresed inflation.
    b. Demand inflation.
    c. Supply inflation.
    d. Cost inflation.

    Jawaban = C

    II. Soal Esay !
  51. Sebutkan Pos-pos kebijakan fiscal dala APBN. Dan Jelaskan 3 konsep deficit, surplus dan berimbang dari pos-pos yang ada dalam neraca anggaran tersebut !
  52. Jika diketahui marginal propencity to consume sebesar 0.8 dan dana yang tersedia 2 milyar. Berapa besarnya permintaan agregat bila pemerintah menempuh jalana :
a. Membeli barang dan jasa.

b. Menaikan gaji pegawai

c. Membayar Transter payments.

JAWAB
Pos kebijakan fiscal
Pengeluaran : Government, Wage, dan transfer
Pendapatan : Pajak, kredit likuiditas, pinjaman obligasi dalam negeri dan pinjaman obligasi luar negeri

Konsep

Surplus : G+W+Tr > Tx

G+W+Tr > Tx + B

G+W+Tr > Tx + B+ F atau,

U > O

Berimbang : G+W+Tr < Tx

G+W+Tr < Tx + B

G+W+Tr < Tx + B+ F atau,

U < O

Deficit : G+W+Tr = Tx

G+W+Tr = Tx + B

G+W+Tr = Tx + B+ F atau,

U = O
membeli barang jasa

1 / 1-c . 2.000.000.000 = 10.000.000.000

Menaiakn gaji pegawai

c/ 1-c . 2.000.000.000 = 8.000.000.000

membayar transfer payment

c/1-c. 2.000.000.000 = 8.000.000.000

Selasa, 16 Maret 2010

Perilaku Burung Belibis



Pembahasan

Dalam pengamatan burung Belibis, ada beberapa aktivitas yang dilakukannya dari durasi 60 menit, yaitu aktivitas menelisik, istirahat, melihat-lihat, Perpindahan tempat, meminyaki bulu-bulu, serta kegiatan tidur.

Burung Belibis adalah salah satu burung yang memiliki habitat di air, kemampuannya yang dapat berenang di air di sebabkan karena burung belibis termasuk burung yang memiliki kaki berselaput dan jarang untuk melakukan terbang. Saat pengamatan, Persentase mobilitas sangat jarang dilakukan oleh hewan ini seperti dari pernyataan diatas, hewan ini lebih banyak aktif di habitat air. Aktivitas mobilitas di daerah teresterial, hanya digunakan untuk mencari makan dan menghindari lawan, bertelur dan aktivitas lainnya. Pergerakan berjalan sangat lambat, namun sangat cepat saat mencapai air, Sehingga dalam mobilitas dari hewan ini sangat kecil untuk daerah teresterial.

Kegiatan Menelisik (preening) merupakan kegiatan yang sangat sering dilakukan oleh hewan, khususnya burung. Dengan maksud untuk merapikan kembali susunan atau letak bulu dari burung. Burung belibis juga melakukan aktivitas menelisik dan meminyaki bulu setelah melakukan aktivitas di atas air. Dalam pengamatan, meminyaki bulu tidak banyak dilakukan oleh burung ini dan lebih banyak ke arah menelisik. Merapikan bulu, burung belibis tidak memerlukan banyak minyak, hanya melakukan sesekali sambil merapikan bulunya dengan menggunakan paruhnya pada bagian sayap(remiges), ekor(rectrices), parapterum maupun pada bagian tectrices.

Aktivitas istirahat dan tidur merupakan aktivitas untuk mengembalikan kembali energi yang telah digunakan. Persentase dari keduanya, baik istirahat dan tidur cukup dekat dan besar, yaitu untuk istirahat sebesar 33% dan tidur sebesar 41%. Alasan kenapa persentase kedua aktivitas ini cukup dekat dan mendominasi, Seperti yang kita ketahui, aktivitas tidur seekor burung dapat dilakukan di sela-sela saat dia berdiri maupun saat duduk(bertengger) sehingga lama Tidur pada burung dapat dihitung dalam hitungan detik.

Aktivitas ekploring dapat dikatakan suatu aktifitas untuk mengetahui keadaan alam sekitar dari sang burung, yaitu mendongak ke atas,kesamping maupun kebawah. Dalam pengamatan, burung belibis melakukan aktifitas ini untuk mengamati kegiatan hewan lain yang berada di sekitarnya yang berusaha mengganggunya. Apabila terganggu, hewan ini melakukan penyerangan dengan mengarahkan paruh ke hewan yang mengganggunya sambil mengeluarkan suara. Dengan maksud memberi peringatan pada hewan lain tersebut. Persentase Exploring dan Attacking yang didapat dilapangan sebesar 8 % dan 2 %.


Kesimpulan

– Dalam pengamatan burung Belibis, ada beberapa aktivitas yang dilakukannya dari durasi 60 menit dan persentasenya masing-masing, yaitu aktivitas menelisik 14%, istirahat 41%, melihat-lihat 8%, Perpindahan tempat 1%, meminyaki bulu-bulu 1%, serta kegiatan tidur sebanyak 41%.

– Aktivitas istirahat dan tidur merupakan aktivitas untuk mengembalikan kembali energi yang telah digunakan. Persentase dari keduanya, baik istirahat dan tidur cukup dekat dan besar, yaitu untuk istirahat sebesar 33% dan tidur sebesar 41%. Alasan kenapa persentase kedua aktivitas ini cukup dekat dan mendominasi, Seperti yang kita ketahui, aktivitas tidur seekor burung dapat dilakukan di sela-sela saat dia berdiri maupun saat duduk(bertengger) sehingga lama Tidur pada burung dapat dihitung dalam hitungan detik.


Selasa, 16 Februari 2010

ISU PAJAK

Kini bumi diterpa kasus tunggakan pajak , ini menyebabkan merosotnya minat dan kepercayaan investor di pasar saham.

kasus tunggakan pajak ini menambah sentimen negatif bagi perusahaan-perusahaan terbesar nasional tersebut. Hal itu menambah kekhawatiran investor untuk mengoleksi saham bumi. Apalagi, kasus ini juga memicu ketidakpercayaan investor terhadap kualitas keterbukaan informasi emiten.

Ketika itu, Dirjen Pajak menyampaikan bahwa saat ini sedang melakukan penyidikan atas dugaan pidana pajak. Bumi Resources dan dua anak usahanya Kaltim Prima Coal dan Arutmin Indonesia diduga menunggak pembayaran pajak se-njl.ii 2,1 triliun rupiah.

kasus tunggakan pajak ini semakin menambah kekhawatiran investor terhadap Bumi Resources yang sebelumnya terus menumpuk utang. Hal itu tampak dari kejatuhan harga saham Bumi sejak awal Oktober lalu dari harga tertinggi sekitar 3.400 rupiah.

Otoritas bursa mendesak manajemen Bumi segera menjelaskan kasus tunggakan pajak tersebut kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi di pasar.

BEI akan menyampaikan .surat resmi untuk meminta penjelasan terkait tunggakan pajak. Pasalnya, informasi dari Dirjen Pajak tersebut pasti akan memengaruhi kinerja saham Bumi.

Sementara itu, dalam keterbukaan informasi ke bursa, manajemen Bumi Resources menyatakan akan mengkaji pernyataan Dirjen Pajak soal kewajiban pajak perseroan beserta kedua anak usahanya tersebut.

manajemen Bumi sedang mempelajari masalah ini dan menunggu penjelasan lebih lanjut dari otoritas pajak.

"Bagi Bumi, ini adalah kesempatan yang baik untuk mengklarifikasi berbagai perbedaan persepsi berkaitan dengan hak-hak KPC dan Arutmin yang berbeda sebagai kontraktor pertambangan generasi pertama, termasuk mengenai perpajaka

selama ini Bumi secara proaktif berkonsultasi dengan otoritas pajak mengenai status dan besaran kewajiban perseroan, sambil tetap memenuhi komitmen perseroan atas pajak dan royalti di tahun berjalan kepada pemerintah.

Selasa, 22 Desember 2009

Strategi Pengembangan Kualitas Koperasi

Pada era globalisasi ini menjadikan persaingan usaha yang semakin lebar. Koperasi merupakan salah satu pelaku dalam ekonomi yang harus memiliki keunggulan agar dapat berlomba dengan pelaku usaha lainnya.

Pada saat ini jumlah koperasi-koperasi baru, terus melonjak (meningkat). Tapi kondisi ini justru mengalami penambahan yang lebih besar jumlah koperasi yang tidak aktif (mati atau tidak berjalan lagi).

Adapun permasalahan-permasalahan yang suka dihadapi koperasi, yaitu masalah organisasi & manajerial, permodalan & rendahnya kualitas SDM yang telah mengelola, karena itu koperasi berjalan kurang inovatif.

Oleh karena itu koperasi perlu pengembangan lebih lanjut dari lembaga ekonomi lainnya. Strategi yang bisa dilakukan dengan melakukan inovasi terhadap usahanya. Sehingga yang ditawarkan koperasi yaitu sesuatu yang unik dan memperbanyak peluang usaha lainnya.

Strategi inovasi ini akan optimal dengan dimulai dari organisasi koperasi, Profesionalitas pengelola, dan anggota yang aktif dengan mamiliki jiwa intrapreneurship, karena koperasi merupakan lembaga yang dibangun oleh anggotanya. Semakin anggotanya berusaha dengan baik, koperasi akan semakin baik.

Jenis koperasi yang berbeda-beda menjadikan koperasi yang harus mempunyai keunggulan dan keunikannya tersendiri. Koperasi dapat juga bekerja sama dengan universitas-universitas agar koperasi itu sendiri dapat berkembang dengan kualitas yang baik.

Fungsi koperasi dalam pengembangan koperasi dapat diperbesar. Maksud ini koperasi harus menguasai pasar, modal, dan tekhnologi. Jika koperasi bisa memahami dan melakukan fungsi tersebut, Koperasi akan memiliki kemampuan meningkatkan usahanya.

Semakin besar penembangan yang dilakukan koperasi, semakin besar manfaat yang diperoleh anggota koperasi dan masyarakat. Sehingga kepercayaan, kepedulian masyarakat terhadap koperasi semakin besar.

Kontribusi Koperasi terhadap UMKM

Mengamati tentang kontribusi koperasi terhadap UMKM, sangat baik untuk mengatasi kemiskinan di negara ini. Jumlah mereka (pelaku) sesuai data BPS pada 2008 mencapai 31,5 jiwa penduduk. Tapi jumlah tersebut dapat juga menipis jika pemerintah tidak serius memberdayakan pelaku UMKM.

UMKM dalam krisis ekonomi yang terjadi di negara kita berperan dalam pertumbuhan ekonomi nasional, penyerapan tenaga kerja dan distribusi hasil-hasil pembanguan. Jika mereka mampu tumbuh dan berkembang dapat dipastikan membutuhkan tenaga kerja.

Jika satu unit usaha perlu dua tenaga kerja, akan tertampung sebanyak 80 juta orang. Jika lebih, otomatis tenaga kerja yang terserap akan lebih banyak lagi. Berarti pengangguran yang ada di indonesia menjadi banyak berkurang. Sehingga adanya kesejahteraan yang didambakan masyarakat tercapai.

Keberadaan usaha mereka mungkin masih biasa-biasa saja dan masih kurang berkembang, karena buktinya masih banyak sekali pengangguran yang ada di negara ini dan bahkan terus bertambah. Mungkin mereka banyak yang berhasil mempunyai lapangan kerja sendiri tapi banyak yang gagal karena banyak faktor-faktor tertentu. Misal keterbatasan modal yang dimiliki, dan kurangnya kemampuan berwirausaha. Jadi harus menyediakan permodalan yang mudah diakses pelaku usaha dan meningkatkan pengetahuan tentang berwirausaha dengan baik. Dan melibatkan koperasi jasa keuangan (KJK) : koperasi simpan pinjam (KSP), Unit-unit simpan pinjam (USP) milik koperasi dan koperasi jasa keuangan syariah (KJKS) serta Unit-unit koperasi jasa keuangan syariah (UJKS).

Masyarakat juga tidak pungkiri upaya-upaya pemberdayaan terus dilakukan pemerintah selama ini, tetapi hal tersebut masih sangat kurang.

Seiring berjalannya pemerintahan yang murni pilihan rakyat, diharapkan adanya kesejahteraan menjadi kenyataan.

Rabu, 25 November 2009

PERKEMBANGAN KSI DI INDONESIA

Sejarah Perkembangan Koperasi Di Indonesia
Saya ingin menjelaskan tentang sejarah dan perkembangan operasi di Indonesia.Suatu lembaga organisasi pasti memiliki suatu sejarah tentang berdiri dan berkembangnya organisasi tsb. Begitu juga dengan koperasi Indonesia.
Mula-mulanya, koperasi dunia itu lahir di Rochdale,Inggris pada tahun 1844 dan mempunyai tujuan untuk mengatasi masalah keperluan konsumsi para anggotanya dengan cara kebersamaan yang dilandasi atas dasar prinsip-prinsip keadilan. 

Di Indonesia,Koperasi pertama kali didirikan di Leuwiliang pada tahun 1895 oleh Raden Ngabei Ariawiriaatmadja,Patih Purwokerto,dkk dalam bentuk Bank Simpan Pinjam yang bertujuan untuk membantu para pegawai negeri pribumi melepaskan diri dari cengkeraman pelepas uang. Selanjutnya dikembangkan lebih lanjut oleh De Wolf
Van Westerrode asisten Residen Wilayah Purwokerto di Banyumas.
Boedi Oetomo yang didirikan pada tahun 1908 menganjurkan berdirinya koperasi untuk keperluan rumah tangga. Sarikat Islam yang didirikan tahun 1911 juga mengembangkan koperasi yang bergerak di bidang keperluan sehari-hari dengan cara membuka toko-toko koperasi. Pada akhir Rajab 1336H atau 1918 K.H. Hasyim Asy’ari Tebuireng
Jombang mendirikan koperasi yang dinamakan “Syirkatul Inan” atau disingkat (SKN) yang beranggotakan 45 orang.

Pada akhir tahun 1930 didirikan Jawatan Koperasi pada tahun 1933 diterbitkan Peraturan Perkoperasian dalam berntuk Gouvernmentsbesluit no.21 yang termuat di dalam Staatsblad no. 108/1933 yang menggantikan Koninklijke Besluit no. 431 tahun 1915. Kongres Muhamadiyah pada tahun 1935 dan 1938 memutuskan tekadnya untuk mengembangkan koperasi di seluruh wilayah Indonesia, terutama di lingkungan warganya. Pada masa pendudukan bala tentara Jepang istilah koperasi lebih dikenal menjadi istilah “Kumiai”

Pada akhir 1946, Jawatan Koperasi mengadakan pendaftaran koperasi dan tercatat sebanyak 2500 buah koperasi di seluruh Indonesia. Pada tanggal 12 Juli 1947 diselenggarakan kongres koperasi se Jawa yang pertama di Tasikmalaya. Dalam kongres tersebut diputuskan antara lain terbentuknya Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia yang disingkat SOKRI; menjadikan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi serta menganjurkan diselenggarakan pendidikan koperasi di kalangan pengurus, pegawai dan masyarakat  

Pada tahun 1949 diterbitkan Peraturan Perkoperasian yang dimuat di dalam Staatsblad No. 179. Peraturan ini dikeluarkan pada waktu Pemerintah Federal Belanda menguasai sebagian wilayah Indonesia yang isinya hamper sama dengan Peraturan Koperasi yang dimuat di dalam Staatsblad No. 91 tahun 1927, dimana ketentuan-ketentuannya sudah kurang sesuai dengan keadaan Inidonesia sehingga tidak memberikan dampak yang berarti bagi perkembangan.

Pada tanggal 15 sampai dengan 17 Juli 1953 dilangsungkan kongres koperasi Indonesia yang ke II di Bandung. Keputusannya antara lain merubah Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) menjadi Dewan Koperasi Indonesia (DKI).

Pada tahun 1958 diterbitkan Undang-Undang tentang Perkumpulan Koperasi No.79 Tahun 1958 yang dimuat di dalam Tambahan Lembar Negara RI No.1669.

Pada tahun 1961 diselenggarakan Musyawarah Nasional Koperasi I (Munaskop I) di Surabaya untuk melaksanakan prinsip Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin.
Sebagai puncak pengukuhan hokum dari uapaya mempolitikkan (verpolitisering) koperasi dalam suasana demokrasi terpimpin yakni di terbitkannya UU No.14 tahun 1965 tentang perkoperasian yang dimuat didalam Lembaran Negara No.75 tahun 1960.

Bersamaan dengan disyahkannya UU No. 14 tahuhn 1965 dilangsungkan Musyawarah Nasional Koperasi (Munaskop) II di Jakarta yang pada dasarnya merupakan ajang legitiminasi terhadap masuknya kekuatan-kekuatan politik di dalam koperasi sebagaimana diatur oleh UU Perkoperasian tersebut. Pada tanggal 18 Desember 1967 telah dilahirkan Undang-Undang Koperasi yang baru yakni dikenal dengan UU No. 12/1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian.

Sampa saat inipun Koperasi tetap berjalan dengan baik di Indonesia sesuai dengan peraturan hukum yang ada di Indonesia.  

Senin, 12 Oktober 2009

Prinsip-prinsip Koperasi

1. Keanggotaan bersifat suka rela dan terbuka (siapapun boleh ikut serta dalam perkoperasian)
2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis ( setiap anggota bebas mengeluarkan pendapat)
3. pembagian sisa hasil usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besar kecilnya jasa usaha masing-masing anggota.
4. Balas jasa terhadap modal yang diberikan kepada para anggotanya dilakukan secara terbatas
5. perkoperasian mandiri ( dapat berdiri sendiri )
6. Memiliki pendidikan perkoperasian
7. Adanya saling bekerjasama antara koperasi